Social Icons

Pages

Sabtu, 21 April 2012

Obat Jerawat Tingkatkan Risiko Gangguan Mata

- Obat yang sering diresepkan untuk mengobati jerawat kronis meningkatkan dua kali lipat risiko pemakainya mengalami gangguan mata antara lain mata memerah, kekeringan dan gatal.

Studi ilmuwan Israel menemukan, isotretinoin dikenal memiliki efek samping serius, seperti keterlambatan pertumbuhan tulang pada remaja dan menimbulkan keguguran dan cacat lahir saat digunakan wanita hamil.

Beberapa masalah mata terjadi pada mereka yang berjerawat. Namun dalam studi terhadap 15 ribu remaja Israel, 14 persen remaja yang memakai obat dengan kandungan isotretinoin menjalani perawatan dalam waktu satu tahun setelah memakai obat ini.

Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan 7 persen mereka yang menggunakan obat yang dijual bebas dan 9,6 persen yang tak menggunakan isotretinoin.

"Saya menyarankan orang tua mengunjungi ddokter mata sebelum mendapat pengobatan jerawat dan setiap tiga bulan dalam setahun pertama untuk memeriksa jika memberi efek permanen, " kata Dr Rick Fraunfelder, profesor di Oregon Health dan Science University.

Untuk mengetahui gangguan pada pasien yang menggunakan kimia ini, para peneliti di Tel Aviv Medical Center mengumpulkan informasi tentang pengguna dan non-pengguna dari catatan perawatan.

Gabriel Chodick, seorang peneliti di Tel Aviv University dan salah satu penulis studi, mengatakan bahwa setiap tahun sekitar satu persen remaja menjalani pengobatan isotretinoin untuk mengobati jerawat.

Dalam kelompok studi, rata-rata usia yang berusia 16 tahun, hampir 2.000 orang yang mengembangkan kondisi inflamasi mata, 991 yang memakai isotretinoin, 446 dengan jerawat namun tidak menjalani pengobatan dan 354 orang memakai obat jerawat yang bebas dijual di pasar.

Keluhan yang paling umum adalah konjungtivitis atau mata memerah yang merupakan peradangan dan infeksi pada mata. Empat dari 100 pengguna isotretinoin didiagnosis dengan konjungtivitis, sementara sekitar dua dari setiap 100 orang tanpa obat jerawat dirawat karena konjungtivitis.

Penelitian yang dimuat dalam Archives of Dermatology menyebut, salah satu penjelasan yang mungkin untuk peningkatan risiko gangguan mata adalah isotretinoin yang dapat mengganggu fungsi kelenjar meibom pada kelopak mata.

Kelenjar ini menghasilkan zat berminyak yang mencegah mata dari pengeringan, dan jika kelenjar tidak bekerja dengan baik mata bisa menjadi iritasi atau meradang.

"Selain itu, kehadiran isotretinoin dan metabolitnya dalam air mata mungkin berefek iritasi langsung pada permukaan (mata)," kata Chodick kepada Reuters Health.

Meski begitu, pada beberapa pasien penggunaan isotretinoin masih dimungkinkan. Namun sebaiknya resep ini disertai obat tetes mata untuk mencegah kekeringan pada mata.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar